Minggu, 05 Juli 2020

Manusia & tanggungjawab, Manusia & Kegelisahan, Manusia & Harapan

"Manusia & Tanggungjawab"
Jangan Remehkan Tanggung Jawab - Kompasiana.com

A. Arti Tanggungjawab
  Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggungjawab berarti siap menerima suatu kewajiban dan berani menerima resiko dari hasil tugas atau kewajiban yang sedang dijalani.
 Tanggungjawab merupakan ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu dan menyadari bahwa pihak lain memerlukan pengorbanannya.
   Tanggungjawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Karena disetiap pekerjaan yang kita lakukan pasti ada tanggungjawab yang terkandung didalamnya.
   Kata tanggungjawab sebenarnya sangatlah mudah. Namun, untuk melakukannya tak semudah yang dibayangkan karena banyak manusia atau kita saat ini lebih memilih menghindari tanggungjawab daripada menerima tanggungjawab itu sendiri. 

B. Macam - Macam Tanggungjawab
  Tanggungjawab dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan dibuatnya, sebagai berikut :
  1. Tanggungjawab Terhadap Tuhan
  Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggungjawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia dengan mempunyai tanggungjawab langsung terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum - hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.
Contoh : Setiap umat beragama harus bertanggungjawab dengan agamanya dan menjalankan perintah - perintah  serta ajaran agamanya sesuai hukum yang ada pada agamanya.

   2. Tanggungjawab  Terhadap Diri Sendiri
   Tanggungjawab diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Contoh : apabila kita berjanji pada diri sendiri untuk merubah tingkah laku kita yang buruk, maka kita harus menepati janji tersebut karena dengan menepati janji tersebut berarti kita bertanggungjawab terhadap diri kita sendiri.

    3. Tanggungjawab Terhadap Keluarga
     Keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdiri dari suami, istri, ayah, ibu, anak - anak dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggungjawab yang di maksud adalah menyangkut nama baik keluarga. Tanggungjawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggungjawab dalam keluarga juga perlu adanya pengorbanan.
Contoh : Sebagai kepala keluarga (Ayah) harus bertanggungjawab kepada keluarganya memberi nafkah untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dan membimbing keluarga.   

     4. Tanggungjawab Terhadap Masyarakat
     Pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri, sesuai kedudukannya sebagai makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggungjawab agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. 
Contoh : manusia bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan, keamanan, ketentram-an dilingkungan masyarakat tersebut.

     5. Tanggungjawab Terhadap Bangsa dan Negara
     Dalam berfikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma - norma atau ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya. Bila perbuatan itu salah maka manusia harus bertanggungjawab atas perbuatannya kepada negara.
Contoh : menjaga persatuan dan kesatuan negara dengan mengikuti hukum dan tata tertib berbangsa dan bernegara yang di terapkan di negara tersebut.


 C. Pengabdian dan Pengorbanan
     Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.  Pengabdian  dan pengorbanan  adalah perbuatan baik untuk kepentingan  manusia itu sendiri.

      1. Pengabdian
     Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat,  atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan  ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung  jawab. Apabila  orang  bekerja keras  sehari  penuh  untuk mencukupi kebutuhan. hal itu berarti  mengabdi  kepada  keluarga. Lain halnya jika  kita membantu teman dalam kesulitan,  mungkin  sampai  berhari-hari itu bukan  pengabdian.  tetapi hanya bantuan saja.

Macam-macam pengabdian, yaitu:


  • Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa,
     Penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
Contoh: 
Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.


  • Pengabdian kepada masyarakat

       Timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. 
Contoh: 
Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.


  • Pengabdian kepada raja
     Suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi.
Contoh:
Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.


  • Pengabdian kepada negara

      Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. 
Contoh:
 Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.


  •  Pengabdian kepada harta
      Terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupi nya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.


  • Pengabdian kepada keluarga

         Timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.

Jadi, dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan, memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan adalah merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.

      2. Pengorbanan
     Pengorbanan  berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,  sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih.

Macam – Macam Pengorbanan :

  • Pengorbanan harta benda
  • Pengorbanan pikiran
  • Pengorbanan perasaan
  • Pengorbanan tenaga



contoh : 
 Orang tua kita rela mengorbankan apapun untuk anaknya, termasuk nyawa mereka sekalipun. Apapun yang mereka punya akan mereka berikan asal itu bisa berguna bagi anaknya. Mereka bekerja banting tulang semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan anak – anaknya, agar anak – anaknya bisa tersenyum dan bahagia.




Manusia dan Kegelisahan
Manusia dan Kegelisahan - Category: None

A. Arti Kegelisahan
     Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut mukanya lain dari biasanya.
Contoh:
berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkan kepalanya , memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain-lain.

B. Bentuk – Bentuk Kegelisahan Manusia
     Bentuk – bentuk kegelisahan dalam diri manusia dapat menjelma dalam suatu bentuk, seperti ;
1. Keterasingan
      Terasing atau diasingkan sudah ada sejak puluhan bahkan ribuan tahun lamanya. Dimana terasing pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai bentuk kehilangan eksistensi diri yang disebabkan tidak adanya pengakuan tentang keberadaan kita “secara hakikat” atau dengan kata lain merasa tersisihkan oleh diri sendiri  dan orang lain dalam pergaulan atau masyarakat.

Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
a. Faktor intern,
   Yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan             bersikap apatis dengan lingkungan.

b. Faktor ekstern,
    Yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun bias bersumber pada faktor yang pertama.

2. Kesepian
   Aplikasi dan perwujudan dari terasing adalah kesepian. Jika seseorang sudah merasa diasingkan maka orang tersebut akan mengalami kesepian dalam diri dan lingkungan sehingga merasa sepi atau kesepian. Jika hal ini terus dibiarkan maka orang tersebut akan kehilangan unsur dan karakter unik dalam dirinya sehingga dia pun sulit untuk mengenali dirinya.

3. Ketidakpastian
    Ketidakpastian adalah sebutan yang digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.

C. Sebab – Sebab Orang Gelisah
   Manusia mengalami kegelisahan memiliki sebab-sebab yang dapat menimbulkan kegelisahan. Kegelisahan itu disebabkan antara lain:

  • Kesulitan ekonomi
  • Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
  •  Penyakit yang bertahun-tahun
  •  Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
  • Takut kehilangan pasangan hidup
  • Khawatir gagal dalam berkarier



Manusia dan Harapan
Manusia dan Harapan - Renzonix

A. Arti Harapan
     Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan seseorang.

    Setiap Manusia Mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan pesan kepada ahli warisnya. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.
Contoh : 
Saya mengharapkan lulus dalam ujian SBMPTN yang akan datang, tetapi tidak ada usaha belajar. Saat menghadapi ujian, saya tidak bisa mengerjakannya karena tidak tahu cara menyelesaikan dengan rumus apapun. Tentunya saya tidak akan lulus SBMPTN.

Harapan pun harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.

B. Hubungan Manusia dan Harapan
  Harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia harus melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi atau terwujud.

Menurut macam nya ada harapan yang optimis dan harapan pesimistis;

  • Harapan yang optimis artinya sesuatu yang akan terjadi itu sudah memberikan tanda-tanda yang dapat dianalisis secara rasional, bahwa sesuatu yang akan terjadi akan muncul pada saatnya. 
  • Harapan yang pesimistis ada tanda-tanda rasional tidak akan terjadi. Harapan itu ada karena manusia hidup. Manusia hidup penuh dengan keinginannya atau maunya. Setiap manusia memiliki harapan yang berbeda-beda, orang yang berpikir luas, harapannya pun akan luas. Begitu pun sebaliknya, orang yang berpikir sempit maka harapannya juga akan sempit.

C. Penyebab Manusia Mempunyai Harapan
     Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusia pun yang luput dari pergaulan hidup.
Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. 
Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
  • Dorongan kodrat
      Kodrat ialah sifat, keadaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan.
Contoh :
menangis, tertawa, bergembira. Seperti halnya orang yang menonton pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka. 


  • Dorongan kebutuhan hidup

      Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmaniah.
Contoh :
makan, minum, pakaian, rumah,(sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.

   Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikir nya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


sumber :
https://dimasdhito.wordpress.com/2020/03/24/manusia-dan-tanggung-jawab/
https://www.kompasiana.com/danidwidarmawan/5528b9c5f17e610a7c8b4655/manusia-dan-kegelisahan
https://www.academia.edu/37325125/ISBD_-_Manusia_dan_Harapan

Rabu, 13 Mei 2020

Manusia dan Keadilan & Manusia dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN KEADILAN
&
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Lusia Natalia_13119447_1KA04
ILMU BUDAYA DASAR: MANUSIA DAN KEADILAN    BAB 8 “Manusia dan Pandangan Hidup” – Think about me!

A. Manusia dan Keadilan
 1. Pengertian Keadilan
      - Menurut Aristoteles, Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. 
      - Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia  sehingga yang dikatakan adil adalah                   orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.   
     - Menurut Socrates, Keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak                  pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
     - Kong Hu Cu berpendapat bahwa Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah                         sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
    - Menurut W.J.S Poerwodarminto, kata adil berarti tidak berat sebelah tidak semena – mena serta            tidak memihak.

  Secara umum, Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan    kewajiban. Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.

 2. Keadilan Sosial
    Keadilan sosial adalah Keadilan sosial bukan sekadar berbicara tentang keadilan dalam arti tegaknya peraturan perundang-undangan atau hukum, tetapi berbicara lebih luas tentang hak warganegara dalam sebuah negara. Keadilan sosial adalah keadaan dalam mana kekayaan dan sumberdaya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat, dan pemerintah yang tidak memenuhi kesejahteraan warganegaranya adalah pemerintah yang gagal dan karena itu tidak adil.

 3. Macam-Macam Keadilan
a.  Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.

Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balk

menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.

Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.

b. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).

c. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

d. Keadilan Vindikatif (Iustitia Vindicativa)
Keadilam Vindikatif adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda sesuai dengan pelanggaran atau kejahatannya.

e. Keadilan Kreatif (Iustitia Kreativa)
Keadilan Kreatif adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya berupa kebebasan untuk mencipta sesuai dengan kreatifitas yang dimilikinya di berbagai bidang kehidupan.

4. Kejujuran
    Kejujuran adalah nilai mulia yang membudaya apabila hal itu ditanamkan sebagai kebiasaan didalam diri setiap orang dan atau sebuah sikap yang menunjukkan jati diri seseorang yang sebenarnya. Seseorang yang senantiasa bersikap jujur baik dalam ucapan maupun tindakan, meskipun pahit dan berisiko, bisa dipastikan dia memiliki integritas moral yang baik. Lingkungan keluarga menjadi titik awal memulai penanaman kebiasaan positif ini.

5. Kecurangan
     Kecurangan adalah suatu tindakan yang disengaja oleh satu individu atau lebih dalam manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola, karyawan, dan pihak ketiga yang melibatkan penggunaan tipu muslihat untuk memperoleh satu keuntungan secara tidak adil atau melanggar hukum.

Jenis-jenis Kecurangan
1. Kecurangan Atas Aset (Asset Misappropriation)

Kecurangan ini meliputi penyalahgunaan/pencurian aset atau harta perusahaan untuk kepentingan pribadi. Ini merupakan bentuk fraud yang paling mudah dideteksi karena sifatnya yang dapat diukur/dihitung (defined value).

2. Pernyataan Palsu (Fraudulent Statement)

Tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau organisasi untuk menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan dalam penyajian laporan keuangan untuk memperoleh keuntungan.

3. Korupsi

Korupsi merupakan jenis kecurangan yang sulit dideteksi karena menyangkut kerja sama dengan pihak lain. Korupsi masih sering terjadi di negara-negara berkembang yang penegakan hukumnya masih lemah dan kurangnya kesadaran atas pengelolaan yang baik sehingga integritasnya dipertanyakan. Dalam korupsi juga termasuk penyalahgunaaan wewenang, penyuapan, hingga pemerasan secara ekonomi.

* Pencegahan Kecurangan

  • Risk Analysis – Perusahaan dapat melakukan analisa apa saja pola kecurangan yang mungkin terjadi dalam organisasi.
  • Implementasi – Melakukan sosialisasi kebijakan anti kecurangan, pelatihan anti kecurangan, dan evaluasi proses bisnis untuk menghindari terjadinya kecurangan.
  • Sanksi – Sanksi yang dikenakan dapat berupa pengurangan kompensasi, tidak naik jabatan, atau bahkan pemecatan dan/atau proses hukum. 
  • Monitoring – Melakukan pengawasan dan evaluasi program anti kecurangan secara berkala dan mengambil langkah perbaikan secara terus menerus.
6. Perhitungan dan Pembalasan
    Perhitungan atau hisab atas perbuatan manusia dan juga pembalasan yang akan di dapat manusia atas segala perbuatannya selama hidup di dunia. Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkungan lah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

7. Pemulihan Nama Baik
    Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.

8. Pembalasan
    Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

B. Manusia dan Pandangan Hidup
1. Pandangan Hidup dan Ideologi
     Pandangan hidup ialah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
* Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

  • Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya
  • Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
  •  Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

* Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu ;

  1.  Cita-cita
  2.  Kebajikan
  3.  Usaha
  4. Keyakinan / kepercayaan
  Ideologi berasal dari kata 'idea'(inggris) artinya pikiran,  gagasan. Sedangkan logi atau logos(yunani) artinya ilmu atau pengetahuan, jadi secara umum pengertian ideologi adalah kumpulan ide-ide dasar, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang sifatnya sistematis sesuai dengan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

2. Cita - cita
   Cita-cita adalah sesuatu yang ingin dicapai berupa prestasi atau pun hal baik lainnya di masa depan. Mencapai cita cita umumnya bukanlah sebuah hal yang mudah, dan biasanya akan membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. Cita cita bukanlah sesuatu yang dapat Anda lakukan pada minggu ini atau bahkan tahun ini. Cita cita biasanya dapat diwujudkan setidaknya dalam beberapa tahun kedepan.
Cita cita sering disebut juga mimpi, seorang yang memiliki banyak cita cita biasanya disebut sebagai pemimpi. Namun jangan sampai kita hanya memiliki cita cita tanpa usaha untuk mewujudkannya, karena hal tersebut merupakan istilah bagi seorang pengkhayal.

3. Kebajikan
     Kebajikan adalah pola pemikiran dan tingkah laku yang berdasarkan standar moral yang tinggi.
Kebajikan adalah Sumber dari Semua Bentuk Kebahagiaan. Kebajikan adalah kesempurnaan moral. Kebajikan adalah perilaku atau kualitas yang memenuhi kebaikan moral sebagai pondasi prinsip dan moral kebaikan. Kebajikan personal adalah karakteristik yang bernilai karena mempromosikan kebesaran kolektif dan individual.

4. Usaha atau Perjuangan
     Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan denga otak/ilmu atau jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.
contoh : 

  1.  menjaga pertahanan daerah
  2.  menjadi leader dalam mengusir penjajah
  3.  membangun pertahanan daerah
  4.  menjaga kekayaan alam di daerah


5. Keyakinan atau Kepercayaan
     Keyakinan dan Kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.
Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.

6. Langkah - langkah Pandangan Hidup
 Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.

Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :

1. Mengenal

Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.

2. Mengerti

Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat.

3. Menghayati

Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.

Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

4. Meyakini

Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya

5. Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaalnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.

6. Mengamankan

Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cendemng untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.

Sumber :

Minggu, 12 April 2020

Manusia dengan Keindahan & Manusia dengan Penderitaan




Manusia dengan Keindahan 
&
Manusia dengan Penderitaan


 1. Keindahan 




Keindahan merupakan sifat dan ciri orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberi ekspresi kesenangan atau keadaan yang enak dipandang dengan adanya perasaan daya tarik dan ketentraman emosional. Manusia memiliki akal dan hati yang tidak dapat dipisahkan dengan keindahan karena keindahan merupakan dambaan setiap manusia. 




Manusia memiliki 2 sifat keindahan, yakni :
     a.) Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi dan merenungkan untuk menghasilkan             atau menciptakan sesuatu yang indah serta sebagai cara atau jalan ke serba sempurna   kehidupan  manusia.
      b.) Exstansi adalah suatu proses bermeditasi dan merenungkan untuk menyatakan, merasakan,           dan menikmati sesuatu yang indah.


 2. Renungan   

  Merenung merupakan memikirkan suatu hal yang mendalam secara diam. Proses berpikir secara  mendalam dengan konsentrasi untuk benar-benar mengingat kembali pengalaman-pengalaman di masa lampau, memikirkan dengan sungguh-sungguh dan menimbang hal-hal yang terjadi sekarang, atau memikirkan dengan serius hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Untuk merenung dengan cara yang benar, seseorang harus bebas dari hal-hal yang bisa menyimpang perhatian, seakan-akan sendiri saja dengan pikirannya. 





3. Keserasian


    Keserasian Berasal dari kata "serasi" artinya cocok atau sesuai, memiliki faktor perpaduan dan keseimbangan. Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan manusia dalam tujuan estetika.Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan, sesuatu yang serasi akan tampak indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki perasaan seimbang, dan mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati .





4. Penderitaan

   Penderitaan berasal dari kata Derita yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan termasuk realitas Dunia dan Manusia. Penderitaan ada yang ringan dan ada yang berat. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Bisa juga penderitaan menjadi energi untuk bangkit dan menjadikan seseorang jauh lebih baik dari sebelumnya. Penderitaan juga merupakan teguran Tuhan kepada Umat-Nya agar manusia sadar untuk tidak berpaling                                                                                dari-Nya.
  Penderitaan itu ada yang fisik dan ada yang psikis. Penderitaan fisik dapat dihadapi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis penyembuhan nya terletak pada kemampuan penderita menyelesaikan persoalan-persoalan psikis. Ada 3 macam penderitaan, yaitu:
a. penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar.
b. penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab.
c. penderitaan yang timbul karena faktor ekonomi.


5. Siksaan


  Siksaan atau penyiksaan  digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi,balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara introgasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci  politik.


6. Kekalutan Mental



  Kekalutan mental adalah penyakit kejiwaan yang akut dan muncul dalam bentuk depresi yang dipicu oleh stres dan kecemasan. Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental :
  a.) nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, dan nyeri pada lambung.
 b.) nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, cemburu, apatis, dan mudah marah.
 c.)  selalu iri hati dan curiga, dihinggapi khayalan merasa dikejar-kejar sehingga menjadi sangat agresif dan berusaha melakukan bunuh diri.
 d.) kurangnya rasa percaya diri sehingga merasa dirinya rendah diri.

Sebab - sebab timbulnya kekalutan mental, yaitu :
  a.) kepribadian yang lemah atau mental yang kurang sempurna.
  b.) cara pematang batin yang salah sehingga memberikan sikap yang berlebihan atau overacting dan tampak emosional.



7. Penderitaan dan Perjuangan
     
   
 Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Sedangkan perjuangan adalah mempertahankan kehidupan yang dilalui dengan penderitaan demi kelangsungan hidup. Hidup tidak selalu diatas dan bahagia, maka manusia harus optimis dan berusaha serta berjuang dalam mengalami kesulitan hidup. 







8. Penderitaan Media Massa dan seniman

 Media massa memberikan informasi tentang perubahan, bagaimana hal itu bekerja dan hasil yang dicapai atau yang akan dicapai. Fungsi utama media massa adalah untuk memberikan informasi pada kepentingan yang menyebar luas dan mengiklan kan produk. Ciri khas dari media massa yaitu tidak ditujukan pada kontak perseorangan, mudah didapatkan, isi merupakan hal umum dan merupakan komunikasi satu arah. Peran utama yang diharapkan dihubungkan                                                                                            dengan perubahan adalah sebagai pengetahuan                                                                                         pertama.
   Seniman diartikan sebagai orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan serta menggelarkan karya seni (pelukis, penyair, penyanyi) 

   Hubungan penderitaan, media masa dan seniman adalah media masa dan seniman penderitaan dibuat melalui karya sastra yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut merasakan penderitaan tersebut. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya. Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia merupakan salah satu obyek sasaran media massa untuk membuat berita,kemudian akan sampai ke seluruh penjuru masyarakat termasuk para seniman yang kemudian akan mengapresiasikan rasa simpatinya melalui karya seni.


9. Penderitaan dan Sebab-sebabnya


Ada 3 penyebab penderitaan, yaitu:
a. penderitaan yang timbul karena perbuatan           buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan     sesama manusia dan hubungan manusia dengan  alam sekitar.  
b. penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab.  
c. penderitaan yang timbul karena faktor ekonomi.









10. Pengaruh penderitaan




  Penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.